Melalui PPTA, Peserta Dikenalkan SAKO Pramuka Ma’arif NU

Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan (PPTA) 2026 menjadi momentum bagi murid baru MA NU 01 Banyuputih untuk mengenal Satuan Komunitas (SAKO) Pramuka Ma’arif NU. Melalui sesi materi yang dikemas secara interaktif, para tamu ambalan diajak memahami nilai-nilai kepramukaan sekaligus membangun keberanian, kekompakan, dan rasa percaya diri, Jumat (17/7/2026).

Materi SAKO disampaikan langsung oleh Ketua SAKO Kabupaten Batang, Kak Fadholi, bersama Kak Abdul Kasda. Berbeda dari penyampaian materi pada umumnya, sesi ini dikemas melalui berbagai permainan ice breaking yang mampu mencairkan suasana dan membuat peserta terlibat aktif.

Mengawali kegiatan, kedua pemateri mengajak seluruh tamu ambalan mengikuti sejumlah permainan yang bertujuan melatih konsentrasi, keberanian, dan kerja sama. Salah satu permainan yang paling menarik perhatian adalah tantangan mengucapkan rangkaian kata “Cengkeh Kencur Cengkir” dengan cepat dan tepat. Tingkah peserta yang beberapa kali keliru mengucapkannya mengundang gelak tawa seluruh peserta perkemahan.

Baca juga :  Siapkan Relawan Tangguh, PMR MA NU 01 Banyuputih Adakan Simulasi Bencana dalam Diklat

Suasana semakin hidup ketika Kak Abdul Kasda memberikan tantangan berikutnya dengan kalimat yang lebih sulit, yakni “Kekkakek Kenapa Kuku Kaki Kakek Kakek Kok Kaku Kikek Kikek”. Tantangan tersebut kemudian dilanjutkan dengan mengajak peserta maupun panitia menyampaikan sambutan menggunakan bahasa selain bahasa Indonesia.

Ajakan itu disambut oleh salah satu panitia PPTA, Fadly, yang dengan percaya diri tampil menyampaikan pidato singkat dalam bahasa Inggris. Penampilannya mendapat apresiasi meriah dari peserta yang memberikan tepuk tangan sebagai bentuk dukungan.

Dalam kesempatan tersebut, Kak Abdul Kasda juga memperkenalkan SAKO Pramuka Ma’arif NU sebagai wadah pembinaan kepramukaan di lingkungan Nahdlatul Ulama yang tidak hanya mengajarkan keterampilan bertahan di alam, tetapi juga membentuk karakter, kemampuan berkomunikasi, serta kecakapan hidup bagi generasi muda.

Baca juga :  Cetak Generasi Literasi, Kelompok Ilmiah Remaja Adakan Diklat 1

“Pramuka bukan hanya belajar bertahan di alam, tetapi juga belajar mengembangkan keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan. Salah satunya adalah keberanian berkomunikasi dan menguasai bahasa asing,” ungkapnya.

Ia juga memperkenalkan dirinya sebagai pengelola Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) di wilayah Limpung–Banyuputih. Menurutnya, penguasaan bahasa asing menjadi salah satu bekal penting yang perlu dipersiapkan sejak dini untuk menghadapi tantangan pendidikan maupun dunia kerja.

Melalui materi SAKO yang dikemas secara komunikatif dan menyenangkan, para tamu ambalan tidak hanya memperoleh wawasan tentang Pramuka Ma’arif NU, tetapi juga terdorong untuk berani tampil, aktif berkomunikasi, dan terus mengembangkan potensi diri selama mengikuti rangkaian PPTA 2026 MA NU 01 Banyuputih.

Pewarta: Rekhan Deva

Share this.

Leave a Comment

Scroll to Top