KDSM atau kepanjangan dari Kecakapan Dasar Siswa Madrasah merupakan salah satu dari kurikulum unggulan yang ada di MA NU 01 Banyuputih. Program ini diadakan oleh pihak Pengurus Yayasan dengan berdasar pada beberapa alasan yang sangat mendasar. Pertama, KDSM sebagai tipologi atau ciri khas madrasah yang tidak boleh ditinggalkan oleh setiap pelaku pendidikan di dalamnya, baik peserta didik maupun guru. KDSM merupakan sebuah pondasi dasar kehidupan beragama ketika nanti sudah pada saatnya setiap peserta didik kembali hidup dan sesrawungan dengan masyarakat luas. Dengan melihat pergeseran dan perkembangan setiap tuntutan masyarakat, ternyata tidak cukup jika peserta didik selama menjalani proses belajar mengajar hanya dibekali dengan ilmu-ilmu teknis-teoritis saja, namun lebih dari itu, madrasah harus mampu memberikan terobosan sebagai penyeimbang antara tuntutan masyarakat dan bekal-bekal peserta didik di madrasah. Dengan demikian, ketika peserta didik sudah mecapai puncak kelulusan, maka mereka sudah sangat siap untuk menjawab dan menjalankan amanat-amanat agama, khususnya dalam bidang ilmu agama. Kedua, KDSM sebagai pondasi awal pendidikan madrasah. Jika melihat konsep madrasah, maka yang akan tertuju pada lembaga pendidikan tersebut adalah dualisme kurikulum, yaitu Kurikulum Pendidikan Umum dan Kurikulum Pendidikan Agama. Keadaan pendidikan di Indonesia yang sarat dengan fakultatif dan pilihan-pilihan memberikan ruang tersendiri bagi madrasah untuk menginovasikan konsep pendidikan yang diajarkan. Madrasah mencoba menjembatani antara pemahaman tentang ilmu-ilmu umum dengan ilmu-ilmu agama, dan salah satunya adalah KDSM.

Tidak bisa dipungkiri bahwa fitrah kelahiran manusia di dunia adalah menjadi khalifah Allah, atau mandataris Allah di bumi. Sedangkan itu semua tidak akan tercapai kecuali (salah satunya) adalah dengan jalan pendidikan, terus menerus membangun, mengasah akal dan belajar. Rasulullah SAW mengatakan “menuntut ilmu, belajar dan sinau adalah suatu keharusan bagi setiap pemeluk Islam, baik laki-laki maupun perempuan”. Dalam konteks hadits tersebut, Rasulullah SAW sedang menyampaikan bahwa kemajuan dan kejayaan Islam hanya dapat dicapai dengan pendidikan dan ilmu pengetahuan. Ilmu agama tidak bisa dilepaskan dari tujuan utama maksud sabda Rasulullah SAW tersebut. Dalam hal ini, MA NU 01 Banyuputih mencoba mengikhtiari fitrah kelahiran manusia yang dimaksud tersebut dan sedikit demi sedikit menjawab tuntutan zaman yang terus menerus berkembang. Dengan melalui program KDSM tersebut diharapkan peserta didik dan siapapun saja yang terlibat dalam kegiatan pendidikan-belajar mengajar di MA NU 01 Banyuputih mampu menjadi generasi-generasi Islam ala Ahlussunnah Wal Jama’ah yang unggul dengan keilmuan yang memuaskan, memumpuni dan selalu siap menghadapi fenomena keagamaan (al-masa’ilu ad-diniyyah al-waqi’iyyah) yang terus berkembang. Namun semua itu dengan catatan, tidak berhenti belajar. Ilmu umum tanpa dasar agama akan buta, begitu juga sebaliknya, ilmu agama tanpa dilengkapi dengan pemahaman umum maka akan pincang.

KDSM diberikan pada setiap hari sabtu setelah KBM usai. Di hadapan Pembimbingnya masing-masing, siswa akan diuji sesuai dengan materinya. Apabila lulus pada materi tersebut akan ditulis di Buku KDSM Siswa dengan tanggal dan paraf Pembimbing, sebagaimana Uji SKU dalam Pramuka. Adapun materi KDSM adalah Thaharoh, Shalat, Shalat Janazah, Shalat Jama’ dan Qashar, Tahlil dan Doanya, dan Surat-surat Pendek, serta Niat Zakat Fitrah, Qurban dan Aqiqah.

KDSM ini juga menjadi syarat untuk Kenaikan Kelas Siswa Kelas 10. Siswa harus menyelesaikan KDSM sekian point untuk dapat mengikuti Penilaian Akhir Tahun, dan harus LULUS KDSM untuk bisa naik ke Kelas 11.

Secara lengkap Materi KDSM adalah :

Share this.
Scroll to Top